Gerobakan Lovers : Nasi Goreng Khas Kediri yang Aromanya Menggoda Hati untuk Berkata “MAU” 😋

Lagi kangen sama Nasi Goreng khas Kediri.

Nasi Goreng khas Kediri itu memang beda karena dari proses masaknya tidak menggunakan gas sebagai bahan bakar apinya, tapi memakai arang. Sehingga aroma arangnya itu seperti ikut masuk ke dalam nasi gorengnya. Nasi goreng ini juga disajikan biasanya tanpa diberi saos merah yang menyebabkan warna merah pada nasi goreng, hanya kecap saja sehingga warna nasi gorengnya kecoklatan gitu.

Toppingnya mirip dengan nasi goreng biasanya, ada irisan ayam, sayuran sawi, dan orak arik telor. Yang bikin beda memang dari aroma masakannya yang dimasak dengan arang.

Nah, ini saya beli Nasi Goreng Kediri pada penjual gerobakan dengan nama Nasi Goreng Anglo Kediri.

Penjual gerobakan ini berlokasi di Jl. Kebraon V Surabaya.

Tepatnya dia buka lapak di depan persis halaman Giant Express Kebraon.

Disana tidak hanya ada penjual Nasi Goreng Anglo Kediri, tapi juga ada beberapa kumpulan penjual seperti bubur kacang ijo, sempol, roti jhon, dll.

Menu yang ditawarkan oleh Nasi Goreng Anglo Kediri antara lain nasi goreng, nasi mawut, mie goreng, mie kuah, dan Krengsengan. Semua menu itu nantinya akan dimasak diatas wajan dengan bahan bakar arang.

Nah, karena saya lagi kangennya sama Nasi Goreng kediri maka saya pun memutuskan untuk membungkus Nasi Goreng.

Baunya pada saat dimasak itu emang beda dengan nasi goreng-nasi goreng pada umumnya. Aroma arang terbakar membuat rasa lapar ini semakin bertambah. Apalagi aroma pada saat pertama sang chef nasi goreng memasukkan nasi putihnya untuk dicampur dengan bumbu nasi goreng, langsung auto ngiler.

Nah untuk beli Nasi Goreng Anglo Kediri untuk semua menu diatas harganya semua sama Rp.12.000 per porsi.

Setelah pesanan saya selesai dibungkus, langsung saja saya cusss ke rumah.

Sesampai di rumah karena perut sudah sangat keroncongan, langsung saja saya buka sebungkus nasi goreng dengan penuh nafsu angkara murka. 😆

Dan …… perasaan kangenku pun terobati tanpa harus pergi ke dokter spesialis penyakit kangen. 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *